Wadah edukasi,pembelajaran,dan pembahasan seputar Komputer dan IT (Information Technology)

May 26, 2017

Tutorial Mencuci Motherboard Komputer

Salam jumpa kembali tentunya untuk pertemuan kali ini,semoga yang sedang gurau atau lagi galau karena perempuan dapat segera terobati,baik karena Diputusin Diduain atau Dicampakin tentu rasanya sakit.Walah kok malah jadi curhat ceritanya,mungkin efek si admin ni lagi patah hati tapi tidak dengan semangat ngeblognya.

Setelah kita panjang lebar curhat maka untuk kesempatan kita kali ini kita akan bersama-sama membahas tentang Tutorial Mencuci Motherboard Komputer,dan tentunya pembahasan kita kali ini tak kalah menarik pasalnya judulnya sendiripun terlalu menimbulkan banyak kontroversi tentunya.

Pencucian motherboard sendiri dilakukan karena adanya aspek-aspek yang ada sehingga kita lakukan tindakan dengan melakukan pencucian,adapun aspek-aspek yang membuat kita untuk melakukan pencucian motherboard,yaitu:

- Rusaknya Motherboard

Kerusakan yang dimaksud ini meliputi gejala-gejala yang terjadi pada motherboard yang hendak dicuci adapun gejala yang sering terjadi diantaranya,sering terjadinya resatart atau bahkan shutdown dengan sendirinya meskipun sudah dilakukan maintenance pada sektor software maupun hardware seta gelaja motherboard yang telah mati total.

Namun perlu diingat setiap resiko yang ditanggung dalam melakukan tindakan ini kami selaku Tutor Kecil tidak bertanggung jawab karena ada beberapa studi kasus yang ada muncul berbagai dampak diantaranya,ada yang motherboardnya dapat kembali hidup normal ada juga yang malah menjadi mati total.
Dan untuk langkah-langkahnya mari kita simak ulasan dibawah ini:

1.Lepaskan komponen yang ada pada Motherboard yaitu RAM,Processor,dan Battery CMOS.Perlu diingat karena Battery CMOS ini merupakan sumber listrik sehingga dalam proses pencucian diharapkan untuk dilepas agar tidak terjadi konsleting saat motherboard dicuci,mengingat air merupakan konduktor listrik yang baik.


2.Setelah semua komponen kita lepas maka selanjutnya adalah proses perendaman motherboard dengan air sampai benar-benar terendam.


 
3.Selanjutnya dilakukan dengan pembilasan dengan melakukan penyikatan pada motherboard dan bagian belakang motherboard,tetapi perlu diingat pada bagian socket RAM dan processor tidak usah dilakukan penyikatan karena akan mengakibatkan bengkoknya pin konektor yang ada.


4.Setelah proses pembilasan pertama selesai maka langkah selanjutnya untuk menambahkan sabun atau detergen guna untuk membersihkan kembali motherboard.Untuk pembersihannya sama dengan langkah pertama tadi.



5.Jika proses pembersihan selesai maka bilas kembali motherboard yang kita cuci tadi sampai semua busa yang ada hilang.Dan langkah selanjutnya adalah proses pengeringan.


Perlu kita tambahkan lagi tentunya jika kita mempunyai hairdryer maka dapat juga kita gunakan untuk mempercepat proses pengeringan.Karena untuk proses pengeringan ini Motherboard harus benar-benar dalam keadaaan kering agar tidak terjadi konsleting saat dihidupkan.

Dan saya rasa cukup untuk pembahasan kita kali ini,semoga dari yang sedikit ini dapat memberikan manfaat serta wawasan tersendiri tentunya,dan jika dirasa bermanfaat silahkan share saja agar nantinya bertambah banyak lagi orang yang datang dan berkunjung ditempat yang sederhana ini.

Mohon maaf jika ada salah kata atau typo dengan penggunaan bahasa yang rancu,selamat beraktifitas dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya.
Share:

May 25, 2017

Konfigurasi NTP pada Deban Server

Salam jumpa kembali tentunya untuk mengawali pertemuan kita kali ini yang tentunya masih bersama-sama membahas seputar dunia Networking,dan untuk kesempatan kali ini kita akan bersama-sama membahas tentang Konfigurasi NTP Server.

Dimana ntp ini merupakan service yang berfungsi untuk men sinkronkan waktu didalam jaringan lokal /intranet sehingga waktu yang ada pada sisi server dan client akan sama persis,sehingga nantinya setelah melakukan konfigurasi ini kita akan dimudahkan dalam analisa yang mengarah dalam indikasi yang ada pada waktu.

Dan bagi yang sudah mengetahui tentantg langkah konfigurasi ini,agar nantinya dapat memberi tambahan jika dirasa ada yang perlu ditambahkan.

Dan untuk langkahnya langsung saja kita simak:

1.Install paket NTP server pada debian dengan mengetikkan perintah “apt-get install ntp ntpdate”,tanpa tanda kutip tentunya.


2.Dan jika langkah instalasi selesai maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan konfigurasi pada etc/ntp.conf,dengan menetikkan perintah “nano /etc/ntp.conf”,tanpa tanda kutip tentunya.


3.Lalu akan muncul tampilan text editor yang digunakan untuk melakukan perubahan konfigurasi selanjutnya lakukan perubahan konfigurasi seperti gambar dibawah ini.


Beri tanda # didepan server0 hingga pada server3,lalu tambahkan parameter “server 127.127.1.0 iburst” dan “fudge 127.127.1.0 stratum 10”.

Dimana iburst digunakan untuk mempercepat waktu sinkronisasi dengan server NTP.
Dan fudge dugunakan untuk mengakuratkan waktu dengan server NTP.

Lalu simpan hasil konfigurasi tersebut.

4.Langkah selanjutnya lakuakn restart pada service NTP yang baru saja kita konfigurasi tadi dengan mengetikkan perintah “service ntp restart”,tanpa tanda kutip tentunya.


5.Dan untuk memeriksa hasil konfigurasi silahkan masukkan perintah “ntpq –p”,tanpa tanda kutip tentunya.


Dan dapat kita lihat ada tanda * yang berada didepan LOCAL yang menandakan ketika semua client sudah sinkron dengan server NTP tersebut.

Langkah selanjutnya berikut tahapan setting pada client agar dapat men sinkronkan waktu dengan server NTP yang kita konfigurasi tadi.

Control Panel-Masuk pada Group Clock.Language,and Region-Set the time and date-Masuk pada Internet Time-Klik Change settings-Masukkan alamat IP Address server kita-Lalu klik Update Now-Klik OK.


Langkah diatas jika kita menggunakan Windows 10,namun langkah diatas juga tidak beda jauh jika kita menggunakan sistem operasi pada client yang menggunkan Windows 7 atau dibawahnya.

Saya rasa cukup sampai disini untuk pembahasan kita kali ini,semoga dari yang sedkit ini dapat memberi manfaat tersendiri tentunya untuk para pembaca dan pengunjung Tutor Kecil yang sederhana ini,dan jika dirasa bermanfaat silahkan share saja agar nantinya banyak orang yang bertukar ilmu ditempat yang sederhana ini.

Mohon maaf jika ada salah kata atau typo dengan penggunaan bahasa yang rancu,selamat beraktifitas dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya.

Share:

May 21, 2017

Pengertian Protokol Jaringan

Jumpa kembali tentunya untuk kesempatan kali ini kita akan membahas bersama-sama tentang Jenis Protokol Pada Jaringan,seperti yang diketahui Protokol merupakan sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengizinkan terjadinya hubungan,komunikasi,komunikasi data antara dua atau lebih komputer.
Berikut kita bahas bersama-sama tentang kenis-jenis protokol dan penjabarannya.

1.Protokol TCP/IP
Transmission Control Protocol/Internet Protocol merupakan protokol yang berfungsi untukmengatur pengalamatan komputer.Protokol yang bersifat routable ini yang berarti dapat digunakan untuk menghubungkan sistem yang berbeda untuk membentuk jaringan yang bersifat heterogen.
 
2.UDP
User Datagram Protocol,merupakan salah satu protokol lapisan transport TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak handal (unreliable) tanpa koneksi (connectionless) antara host yang ada didalam jaringan dengan menggunakan protokol TCP/IP,serta protokol ini didefinisikan dalam RFC 768.
 
3.DNS
Domain Name System,merupakan protokol yang digunakan untuk mengatur pencarian nama komputer (hostname) pada jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP.Protokol ini biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke intenet seperti web browser atau e-mail,sehingga DNS ini berguna untuk memetakan hostname sebuah komputer ke dalam IP address agar mudah diingat tanpa harus mengingat IP address yang ada.
 
4.ICMP
Internet Control Message Protocol.merupakan protokol yang berbeda tujuan dengan TCP dan UDP karena dalam ICMP tidak digunakan secara langsung dalam pengguna jaringan.Salah satu aplikasinya adalah aplikasi ping yang yang mengirimkan pesan ICMP echo request dan menerima echo reply untuk menentukan apakan host tujuan dapat dijangkau untuk saling berkomunikasi dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh host tujuan.Dan protokol ICMP juga digunakan untuk mengirim pesan kesalahan seperti mengindikasikan bahawa host tujuan tidak dapat dijangkau untuk melakukan komunikasi didalam jaringan.
 
5.POP 3
Post Office Protocol,merupakan protokol yang digunakan untuk mengambil e-mail dari e-mail server.Protokol ini dibuat untuk design sistem dari sistem e-mail yang mengharuskan adanya e-mail server yang menampung e-mail untuk sementara e-mail tersebut diambil oleh penerima yang berhak.
 
6.IMAP
Internet Message Access Protocol,merupakan protokol standar yang digunakan untuk pengiriman surat elektronik atau e-mail dalam jaringan untuk mengirimkan data dari host pengirim surat elektronik ke server surat elaktronik penerima.
 
7.HTTP
Hyper Text Transfer Protocol,merupakan suatu protokol yang digunakan oleh WWW (Worls Wide Web).Protokol ini mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client.Protokol ini juga mengatur tindakan apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan web browser sebagai tindakan atas perintah-perintah yang ada pada protokol ini.
 
8.HTTPS
HTTPS,merupakan protokol versi aman dari HTTP.Ditemukan oleh Netscape Navigator Corp untuk menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi atau ter enkripsi dan penggunaan dalam komersi elektris.Dan pada umumnya protokol HTTPS berada pada port 443.
 
9.SSH
Secure Shell,merupakan protokol yang memungkinkan pertukaran data secara aman antar dua host di dalam jaringan.Protokol ini dapat digunakan untuk mengendalikan atau me-remote komputer dari jarak jauh,membuat tunnel yang terenkripsi.Protokol ini tentu lebih baik jika dibanding dengan protokolyang sejenis seperti FTP,Telnet karena protokol ini memiliki sistem Autentikasi,Ototisasi dan enkrisinya sendiri.
 
10.TELNET
Telecommunication Network,merupakan protokol jaringan yang digunakna untuk jaringan internet atau intranet (lokal)dan dikembangkan pada 1969 dan ditetapkan sebagai standarisasi IETF STD 8,merupakan salah satu standar internet pertama.TELNET memiliki beberapa celah sehingga dianggap sebagai resiko atau ancaman keamanan pada jaringan.

11.FTP
File Transfer Protocol,merupakan protokol yang berjalan pada lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk melakukan transfer data file atau berkas komputer antar host atau komputer yang berada pada jaringan tersebut.Protokol ini melakukan komunikasi antara server dengan client sehingga untuk mengambil data tersebut dilakukan autentikasi standar dengan menggunakan username dan password yang dikirim dengan tidak dienkripsi dan untuk pengguna yang belum terdapat dapat melakukan autentikasi dengan mode Anonymous.Untuk mengakses FTP dapat dipanggil dengan mengetikkan ftp://namaserver baik pada browser atau pada bar di windows explorer.
 
12.LDAP
Lightweight Directory Access Protocol,merupakan protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resoure informasi organisiasi atau perorangan seperti file atau printer dalam jaringan internet maupun intranet.Dengan protokol ini,seseorang dapat mencari informasimengenai orang lain tanpa mengetahui lokasi orang yang akan dicari.
 
13.SSL
Secure Socket Layer,merupakan arguably internet yang paling digunakan untuk melakukan enkripsi sehingga SSL ini sering digunakan untuk mengenkripsi pengiriman informasi pada internet.Protokol ini tidak mendukung file encryption,access-control,atau proteksi virus seihingga SSL ini tidak dapat membantu mengatur data sensitif setelah dan sebelum pengiriman yang aman.Dan protokol ini terdiri dari dua sub protokol SSL Record dan SSL Handshake.
 
14.Serial Line Protocol
Serial Line Protocol,merupakan protokol yang memungkinkan pemindahan data IP melalui saluran telepon.Sistem ini memerlukan satu komputer server sebagai penampungnya,dan secara perlahan akan digantikan dengan standar PPP yang memiliki kecepatan proses lebih tinggi.

15.Ponit-to-Point Protocol
Ponit-to-Point Protocol,merupakan protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyakdigunakan untuk WAN (Wide Area Network),merupak protokol standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respon dari masalah prtokol SLIP (Serial Lini Internet Protocol),yang hanya mendukung pengalamatan IP statis pada kliennya.PPP didefinisikan pada RFC 1961 dan RFC 1662.

Demikian untuk pembahasan kali ini yang masih mengenai pengenalan pada Jaringan Komputer,semoga dari yang sedikit ini dapat memberi sedikit meanfaat dan menambah wawasan tersendiri bagi para pembacanya,dan jika dirasa bermanfaat silahkan di share pada media sosial agar lebih banyak lagi orang yang berkunjung di tempat yang sederhana ini.

Mohon maaf jika ada salah kata atau typo dengan penggunaan bahasa yang rancu,selamat beraktifitas dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya.
Share:

Pengertian Port pada Jaringan

Apa kabar semuanya,lagi-lagi kita bertemu di tempat yang sederhana ini untuk bersama-sama membahas seputar dunia Jaringan,dan untuk kesempatan kali ini sebelum pembahasan kita mengarah terlalu dalam,sehingga perlu kita bahas dahulu tentang Pengertian Port pada Jaringan.

Dan jika ada rekan-rekan pembaca atau pengunjung yang sudah mengerti terkait pembahasan kali ini agar nantinya dapat memberi tambahan jika ada yang perlu ditambahkan.

Oke langsung saja,Port merupakan mekanisme yang mengizinkan sebuah komputer atau host untuk mendukung beberapa sesi atau koneksi dengan komputer atau host lainnya. Port dapat mengidentifikasikan aplikasi dan layanan yang menggunakan koneksi di dalam jaringan TCP/IP.Sehingga, port juga mengidentifikasikan sebuah proses tertentu di mana sebuah server dapat memberikan sebuah layanan kepada klien atau bagaimana sebuah klien dapat mengakses sebuah layanan yang ada dalam server.

Port dapat dikenali dengan angka 16-bit (dua byte) yang disebut dengan Port Number dan diklarifikasikan dengan jenis-jenis protocol tansport apa yang digunakan.

Port dapat dikenali dengan angka  16-bit (dua byte) yang disebut dengan Port Number dan diklasifikasikan dengan jenis protokol transport apa yang digunakan, ke dalam Port TCP dan Port UDP. Karena memiliki angka 16-bit, maka total maksimum jumlah port untuk setiap protokol transport yang digunakan adalah 65536 buah.

Dilihat dari jenis penomorannya maka port dapat diklarifikasikan menjadi 3 jenis,yaitu:

1.Whell Known Port.
Merupakan Port yang pada awalnya berkisar antara 0 hingga 255 namun kemudian diperlebar untuk mendukung antara 0 hingga 1023. Port number yang termasuk ke dalam well-known port, selalu merepresentasikan layanan jaringan yang sama, dan ditetapkan oleh Internet Assigned Number Authority (IANA). Beberapa di antara port-port yang berada di dalam range Well-known port masih belum ditetapkan dan direservasikan untuk digunakan oleh layanan yang bakal ada pada masa depan.Wellknown port didefinisikan dalam RFC 1060.

2.Registered Port.
Merupakan Port-port yang digunakan oleh vendor-vendor komputer atau jaringan yang berbeda untuk mendukung aplikasi dan sistem operasi yang mereka buat. Registered port juga diketahui dan didaftarkan oleh IANA tetapi tidak dialokasikan secara permanen, sehingga vendor lainnya dapat menggunakan port number yang sama. Range registered port berkisar dari 1024 hingga 49151 dan beberapa port di antaranya adalah Dynamically Assigned Port.

3. Dynamically Assigned Port.
Merupakan port-port yang ditetapkan oleh sistem operasi atau aplikasi yang digunakan untuk melayani request dari pengguna sesuai dengan kebutuhan. Dynamically Assigned Port berkisar dari 1024 hingga 65536 dan dapat digunakan atau dilepaskan sesuai kebutuhan.

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai Pengertian Port pada Jaringan,semoga dari yang sedikit ini dapat menambah dan memberi manfaat serta wawasan bagi para pembaca yang telah berkenan untuk singgah ditempat yang sederha ini.

Mohon maaf jika ada salah kata atau typo dengan penggunaan bahasa yang rancu,selamat beraktifitas dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya.
Share:

Konfigurasi Remote Server dengan SSH

Remote Server dengan SSH,dari judul yang akan kita bahas sekarang memang hampir sama konsepnya dengan apa yang pernah kita bahas dulu yaitu tentang cara melakukan remote komputer,namun untuk kali ini kita akan melakukuan remote pada komputer server yang didalamnya terinstall sistem operasi Linux Debian,sehingga cara nya jelas berbeda.

Untuk pembahasan kali ini kita akan menerapkan topologi yang sederhana seperti  gambar topologi dibawah ini.
Kita buat sederhana saja dari topologi diatas dapat disimpulkan bahwa IP Address server 192.168.11.1/24 akan diakses dan diremote pada sisi komputer client yang beralamat pada IP Address 192.168.1.2/24 dengan menggunakan sistem operasi windows 10.

Sehingga langkah yang akan kita lakukan untuk melakukan remote pada  server tersebut maka kita simak langkah-langkah dibawah ini.

1.Install paket SSH pada sisi server.Karena kita menggunakan debian server sebagai sistem operasi pada server yang kita gunakan maka untuk instalasinya-masukkan cd paket instalasinya binary 1-ketikkan apt- cdrom add-Lalu masukkan perintah apt-get install ssh,seperti gambar dibawah ini.



Lalu akan muncul lagi endela seperti dibawah yang mengharuskan kita untuk menekan tombol Y untuk melanjutkan langkah instalasi paket ssh ini.Kita tekan Y lalu tekan enter.


Instalasi layanan ssh pada sisi server selesai.

2.Langkah selanjutnya kita lakukan remote pada komputer client dengan menggunakan software putty yang dapat kita unduh disini.Dan setelah software putty dibuka maka kita hanya tinggal mengisikan alamat IP atau hostname pada server tujuan seperti pada gambar dibawah ini,dan untuk port karena kita belum melakukan perubahan konfigurasi maka standar port pada ssh ialah 22 seperti yang ada pada putty tersebut.


Lalu klik open dan setelah kita lakukan klik open maka kita akan dihapadkan pada jendela seperti dibawah apabila kita klik Yes maka putty akan menyimpan history remote dengan alamat IP yang usai diremote,dan jika kita klik No maka putty tidak akan menampilkan history alamat IP yang usai diremote,untuk tahap ini sebenarnya terserah pada diri kita namun jika untuk alasan keamanan maka kita klik NO.Agar putty tidak menyimpan history nya.

 

Setelah itu maka akan muncul autentikasi user pada server yang akan diremote,dalam tahap ini kita akan mengisi data user dan password yang telah ditentukan,baik pada level root atau sebagai user biasa.

 

Lalu setelah kita lakukan pengisian username dan password user yang akan kita gunakan untuk login maka akan ditandai seperti gambar dibawah yang menunjukkan tampilan terminal yang siap untuk menerima perintah.

Saya rasa cukup untuk pertemuan kali ini,semoga dari yang kita bahas bersama-sama ini dapat memberi manfaat tersendiri bagi para pembaca dan pengunjung Tutor Kecil ini,dan jika dirasa bermanfaat silahkan share saja agar lebih banyak lagi orang yang berkunjung dan bertukar ilmu di tempat yang sederhana ini.

Mohon maaf jika ada salah kata atau typo dengan penggunaan bahasa yang rancu,saya selaku  Admin undur diri,selamat beraktifitas dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya.
Share:

Perangkat Keras Jaringan

Apa kabar semuanya jumpa kembali tentunya di tempat yang sederhana ini,kembali kita akan bersama-sama membahas tentang Jaringan Komputer tentunya,dan untuk kesempatan kali ini kita akan membahas bersama-sama tentang Perangkat Keras Jaringan,yang pasti tidak kalah menarik dari pembahasan sebelumnya.

Dan bagi para pembaca atau pengunjung yang sudah mengerti tentang pembahasan kita kali ini,agar kiranya dapat memberikan sanggahan atau penambahan jika dirasa ada yang kurang.

Oke langsung saja,Perangkat Keras Jaringan meupakan seluruh perangkat atau peralatan yang digunakan untuk melakukan pengolahan data,komunikasi data,sehingga dengan adanya perangkat tersebut dapat membentuk sebuah sistem didalam jaringan.

Perangkat keras yang dimaksud ini meliputi seluruh hardware yang terhubung didalam suatu organisasi jaringan.Adapun beberapa perangkat keras jaringan yang mumnya digunakan dalam aplikasinya dapat berupa peralatan seperti dibawah ini:

1.File Servers.
2.Workstations.
3.Network Interface Cards.
4.Concentrators/Hubs.
5.Repeater.
6.Bridges.
7.Routes.

Dan tentunya di setiap perangkat tersebut memiliki fungsi dan peranannya masing-masing,lalu untuk pembahasan dari setiap fungsi tersebut dapat kita bahas lagi dilain waktu agar nantinya kita bisa memahami secara kompleks.

Saya rasa cukup untuk pembahasan kita kali ini,semoga dari yang sedikit ini dapat memberi manfaat nantinya bagi para pembaca dan pengunjung blog Tutor Kecil yang sangat sederhana ini,dan jika dirasa bermanfaat silahkan share saja agar nantinya dapat bertambah banyak lagi orang yang berkunjung dan bertukar ilmu ditempat yang sederhana ini.

Mohon maaf jika ada salah kata atau typo dengan penggunaan bahasa yang rancu,selamat beraktifitas dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya.
Share:

May 20, 2017

Pengertian OSI

Jumpa lagi tentunya untuk kembali membahas seputar dunia Jaringan Komputer,dan untuk kelangsungan pembahasan kita kali ini kita juga akan bersama-sama membahas tentang Pengertian OSI,dan tentunya pembahasan ini juga tidak kalah menarik untuk kita simak dan bahas bersama-sama dalam pertemuan kita kali ini.

Dan bagi pembaca yang sudah mengerti tentang definisi OSI ini,sehingga kiranya dapat memberikan sanggahan dan penambahas jika dirasa ada yangkurang dan perlu ditambahi.

Oke sebenarnya apa sih OSI ini jika didalam jaringan komputer?.OSI Open sistem Interconnection dan dipekenalkan oleh ISO International Standard Organization yang berusaha mengembangkan protokol Komunikasi Data dengan model yang baku dengan digunakan model yang baku untuk sekarang ini dikenal sebagai OSI.Dan model OSI ini menggunakan layer (lapisan) untuk menentukan berbagai Macam fungsi dan operasi sistem pada Komunikasi Data.

OSI (Open Systems Interconnection) merupakan model layer dikembangkan ISO (International Organization for Standardization)diperuntukan mendukung komunikasi data atar dua terminal
Karena untuk dapat melakukan komunikasi melalui jaringan global tidak ada pilihan lain sehingga harus mengikuti standard aturan yang ditetapkan dunia,dan standarisasi tersebut dituangkan dalam bentuk layer (lapisan),dan setiap layer memiliki fungsinya masing-masing.

OSI menggunakan tujuh layer dimana setiap layer berdiri sendiri tetapi fungsi dari masing-masing layer tergantung dari keberhasilan layer operasi yang sebelumnya.

Adapun penjelasan dari setiap layer OSI dapat kita lihat pada ulasan dibawah ini:

1.Physical Layer
Layer yang memberikan ketentuan tentang cara menyalurkan bit data melalui media komunikasi. Masalah yang dihadapi yaitu menjaga agar supaya bit „1‟ diterima sebagai bit „1‟. Layer ini menentukan spesifikasi mekanikal, listrik, prosedur handshaking, dan lain lain yang berkaitan dengan fungsi dan karakteristik mekanik maupun sinyal listrik yang diperlukan untuk membentuk, menjaga dan melepaskan sambungan secara fisik serta mengatur hubungan fisik antar nodes didalam jaringan. Ketentuan mekanikal didalam layer ini menyepakati bentuk konektor, arti dan fungsi pin yang digunakan.

2.Data Link Layer
Layer yang menyalurkan data melalui saluran ke jaringan secara bebas kesalahan. Pengirim mengirimkan data sesuai dengan pola yang telah disepakati dan dinamakan data frame. Frame ini disalurkan secara berurutan dan dikonfirmasi (acknowledged). Layer yang akan mengenali bentuk frame karena physical layer hanya sekedar mengirimkannya tanpa mengolah lebih lanjut.

Frame mengandung karakter atau pola bit tertentu agar DTE dapat mengenali awal dan akhir suatu frame. Data link layer juga menjaga agar penerima tidak kewalahan dalam menerima data dengan jalan melakukan kendali pada aliran data (flow control).

3.Network Layer
Layer ini mengalamati dan meneruskan data melewati satu atau kelompok jaringan. Layer ini akan mengendalikan routing dan switching pesan yang tidak tergantung pada jaringan yang sedang digunakan.

Layer ini bertanggung jawab untuk proses inisialisasi, pemeliharaan, dan pembersihan jaringan. Layer ini menyediakan protocol-protocol untuk komunikasi diantara jaringan-jaringan sehingga sangat penting pada aplikasi dial-up dan gateway.

4.Transport Layer

Merupakan Layer yang berurusan dengan pemilihan jenis jaringan yang akan digunakan untuk suatu komunikasi tertentu. Layer ini merupakan layer terendah dimana protocol bekerja secara end-to-end untuk memberikan kehandalan yang diinginkan dan sifat transparansi pengiriman data diantara dua terminal. Layer inilah yang bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa sebuah pesan, sampai pada alamat yang dituju serta hal ini dikerjakan dengan mendefinisikan alamat tujuan dan dengan menentukan cara untuk menginisialisasi dan membersihkan jaringan.

5.Session Layer

Merupakan layer yang mengatur bagaimana pelaksanaan pertukaran data dilakukan. Layer ini bertanggung jawab untuk sambungan anatara dua end user yaitu mengatur agar dua aplikasi dapat saling menukar data. Layer ini mengendalikan bagaimana sebuah pesan dimulai dan diakhiri, apakah pesan tersebut harus di-acknowledge, dan apakah sambungan akan dioperasikan secara half-duplex atau full duplex.

6.Presentation Layer
Layer ini bertindak meyakinkan bahwa pesan yang diterima oleh semua terminal dapat dimengerti oleh teminal tersebut. Hal ini berarti bahwa layer ini berurusan dengan pemilihan dan penentuan struktur kode dan berbagai perubahan format, kode, bahasa, dan kecepatan pengiriman.

7.Application Layer
Merupakan layer yang mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pertukaran data atau informasi antar pemakai, software aplikasi, atau peralatan sistem komputer. Ia melayani berbagai protocol yang umum diperlukan. Sebetulnya layer inilah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh pemakai sistem komputer. Application layer menentukan data apa yang harus diterima dari terminal tetapi tidak perlu mengetahui secara rinci bagaimana hal ini dikerjakan.

Bagaimana setelah membaca penjelasan diatas apakah menambah pengertian kita dalam dunia jaringan atau malah menambah pusing seperti saya,hehe.

Namun jika kita pahami dan kita baca secara berulang-ulang maka insyaallah agan-agan pembaca semua ini akan paham dari setiap parameter-parameter yang kita bahas tadi.

Saya rasa cukup untuk pembahasan kita kali ini semoga dari yang sedikit ini dapat memberi manfaat serta wawasan tersendiri tentunya bagi para pembaca blog Tutor Kecil yang sederhana ini,dan jika dirasa bermanfaat silahkan share saja agar nantinya bertambah banyak lagi orang yang berkunjung ditempat yang sederhana ini.

Mohon maaf jika ada salah kata atau typo dengan penggunaan bahasa yang rancu,selamat beraktifitas dan sampai jumpa pada postingan selanjtnya.
Share:

Konfigurasi DNS pada Debian Server

Apa kabar semuanya,semoga senantiasa sehat,dan untuk kesemapatan kali ini kita akan bersama-sama membahas tentang Konfiguras DNS Server pada Debian,yang tentunya sebagai kelanjutan pembahasan kita kemarin yaitu tentang cara Konfigurasi Hostname,dan tentunya pembahasan kali ini tidak kalah menarik.

Share:

Konfigurasi Hostname pada Debian Server

Apa kabar jumpa kembali tentunya,untuk jumpa pertemuan kali ini kita akan bersama-sama membahas tentang seputar Dunia Jaringan komputer tentunya,baik yang mengarah pada sisi dasar pengenalan maupun langkah konfigurasi yang berkaitan dengan sistem operasi jaringan yang digunakan.Dan untuk kesempatan kali ini kita akan sama-sama membahas tentang Konfigurasi Hostname pada Debian.Setelah kemarin kita membahas tentang Konfigurasi IP Address pada Debian Server.

Share:

Konfigurasi IP Address pada Debian Server



Apa kabar semuanya,setelah kemarin panjang lebar membahas tentang cara menginstall sistem operasi debian yang sangat panjang sekali tentunya,dan untuk kesempatan kali ini kita akan mengawali pembahasan kita dalam masalah konfigurasi Debian ini dari yang paling dasar sekali tentunya,dan untuk itu mari kita akan bersama-sama membahas tentang Konfigurasi IP Address pada Debian.

Share:

Install Windows Server 2008



Apa kabar semuanya semoga selalu sehat baik jasmani maupun rohani,dan untuk kali ini kita akan membahas bersama-sama lagi tentunya jika kemarin kita membahas tentang instalasi sistem operasi jaringan bebasis CLI maka kali ini akan mencoba untuk melakukan instalasi sistem operasi jaringan yang berbasis GUI,dengan menggunakan Windows Server 2008.

Share:

Install Debian Server

Cara Install Debian Server,setelah kita melakukan pembahasan secara bersama tentunya setelah kita mengetahui definisi dari Sistem Operasi Jaringan maka kali ini kita akan membahas tentang Cara Menginstall Sistem Operasi Jaringan yang tentunya akan kita simak dan praktikkan secara bersama-sama,untuk sample atau studi kasus yang kita pakai untuk pertemuan kali ini memang sengaja menggunakan Linux karena kita akan sedikit belajar mengenal syntax terkait dengan sistem operasi berbasis CLI “Command Line Interface”,dan tentunya kita juga akan membahas dengan Windows Server yang berbasis GUI yang insyaallah akan kita bahas di lain pertemuan.

Untuk langkah-langkah installasinya agak panjang mungkin dari beberapa perbandingan saat kita menginstall OS stand alone,namun kita disini berusaha belajar sedikit demi sedikit agar nantinya kita paham dan mengerti dari dasarnya,dan untuk peralatan dan bahan kita siapkan Master Debian versi 6 yang dapat didownload pada http://kambing.ui.ac.id/ .Lalu kita lakukan proses burning pada dvd seperti yang kita bahas di Cara Membuat File Iso,yang tentunya kita hanya perlu melakukan burning saja karena saat kita melakukan pengunduhan file Master Debian tersebut sudah erbentuk file ISO yang siap diburning.

Dan untuk yang tidak memiliki komputer lebih dalam artian hanya memiliki satu perangkat komputer saja maka tidak mungkin jika kita akan melakukan installasi debian secara langsung pada komputer tersebut,maka kondisi seperti ini dapat kita antisipasi dengan cara menginstall pada VM Ware dengan menggunakan VirtualBox yang kemarin kita bahas tentang Cara Menginstall Os dengan VirtualBox.

Dan untuk yang menggunakan komputer tanpa dengan virtualisasi atau dengan menginstall langsung dengan komputer,dapat melakukan setting boot agar dapat melanjutkan langkah instalasi Debian ini.


1.Setelah booting melalui master debian tersebut maka kita akan ditampilkan pada tampilan pilihan instalasi dibawah ini.

Untuk melanjutkan instalasi dengan dapat segera kita pilih pilihan install,dan jika kita ingin melakukan instalasi dengan bantuan grafis yang ada pada debian dapat kita lakukan instalasi dengan menggunakan Graphical Install.Karena kita akan berkenalan dengan mode CLI maka kita lanjutkan instalasi dengan menggunakan metode Install yang ada pada pilihan yang paling atas sendiri.

2.Setelah kita melakukan enter pada menu install maka akan tampil jendela seperti dibawah ini,yang mengharuskan kita untuk menggunakan pilihan bahasa yang akan digunakan.Dan untuk kali ini kita akan menggunakan default nya saja dengan menggunakan bahasa inggris.

Untuk melanjutkan setelah memeilih bahasa yang digunkan,maka kita tekan enter lagi untuk melanjutkan instalasi.

2.Lalu kita akan dihadapkan pada lokasi kenegaraan yang sesuai dengan bahasa yang kita pilih tadi,dan karena letak lokasi Indonesia tidak ada maka dapat kita lanjutkan dengan memilih other lalu kita tekan enter untuk melanjutkan.

Lalu setelah kita muncul maka kita akan dihadapkan lagi dengan tampilan seperti dibawah ini untuk melanjtkan pemilihan lokasi yang sesuai dengan kenegaraan kita maka kita pilih Asia lalu kita akan melanjutkannya dengan menekan tombol enter lagi tentunya.

Setelah kita memilih Asia untuk melakukan lokasi kita,maka kita akan mencari Indonesia sebagai tempat Negara kita lalu untuk melanjutkannya lagi kita tekan enter.

3.Setelah kita melakukan pemilihan Negara kita maka akan dilanjutkan tampilan seperti dibawah ini yang digunakan untuk melakukan konfigurasi locales berupa setting masukan keyboard ,dll,maka kita pilih default nya saja yaitu Untied States.

4.Lalu kita akan dihapakan lagi untuk setting layout keyboard yang akan digunakan maka untuk ini kita pilih American English sebagai layout keyboard kita.

5.Lalu kita akan dihadapkan lagi dengan settingan Default Route karena sistem operasi Debian ini juga dapat difungsikan sebagai Router.Dan untuk langkah ini maka kita akan pilih No karena kita akan mengatur settingannya nanti ketika sistem operasi tersebut sudah selesai diinstall.

6.Lalu kita akan dihadapkan lagi tentunya pada settiingan Network yang tentunya kita akan memilih nanti untuk mengaturnya,sehingga untuk melanjutkan langkah ini kita pilh Do not configure the network at this time.

7.Lalu kita lagi-lagi dihadapkan untuk mengisi hostname yang dalam praktiknya disini saya tuliskan server 1 sebagai hostname nya.

8.Lalu kita dihadapkan lagi pada settingan yang digunakan untuk mengatur password root,yaitu level user tertinggi pada linux,dan untuk praktiknya disini saya berikan root sebagai password rootnya agar mudah diingat nantinya.

9.Setelah kita menentukan pada password root yang ingin kita gunakan maka langkah selanjutnya adalah dengan mengetikkan kembali password root yang ingin kita gunakan sebagai langkah verifikasi password yang ingin kita buat.

10.Lalu disini kita akan dihapakan lagi dimana kita disini akan membuat satu user standard dan untuk user ini saya beri nama server1 sesuai dengan nama hostname kita tentunya.

11.Lalu kita buat username untuk account yang baru kita buat tadi dengan menggunakan nama account server1 sesuai dengan hostname kita tentunya,agar nantinya mudah kita ingat.

12.Lalu kita akan dihadapkan lagi pada jendela pemberian password dari user yang barusan kita buat tadi.

Lalu seperti yang kita laukan pada pemberian password root kita tadi maka kita akan mengisikan kembali password yang telah ditentukan untuk memverifikasi password yang ingin kita gunakan untuk user server1.

13.Lalu kita akan dihadapkan lagi pada jendela pemlihan waktu yang digunakan dan untuk langkah ini kita pilih Jakarta.

14.Lalu pada tahapan ini kita dihadapkan pada jendela seting partisi harddisk yang akan digunakan maka untuk langkah ini kita pilih manual untuk langkah setting partisi harddisk yang digunakan.

15.Lalu kita akan dihadapkan pada Harddisk yang mana kita akan melakukan instalasi dan pegaturan partisi disini karena saya menggunakan VirtualBox sebagai virtualisasinya maka label harddisk yang terlihat adalah VBOX HARDDISK,dan untuk yang menggunakan komputer sebagai tempat utnuk menginstallnya langsung maka nama tersebut sesuai dengan nama harddisk yang terpasang pada komputer tersebut.

16.Pada langkah selanjtnya kita akan dihadapkan pada pertanyaan apakah kita akan benar-benar memilih harddisk yang kita pilih tadi untuk membuat partisi baru,dan untuk melanjutkan langkah selanjutnya maka kita pilih Yes.

17.Lalu kita lanjutkan untuk memilih letak partisi hardisk untuk membuat partisi baru.

Setelah kita lakukan pemilihan harddisk untuk melanjtkannya pada langkah seperti gambar dibawah ini maka kita lanjutkan dengan memilih Create a new partition.Dan akan muncul halaman seperti di bawah ini yang digunakan untuk menentukan besaran pasrtisi harddisk dengan mengetikkan 1 gb yang akan kita gunakan sebagai root.


Lalu pada choice dibawah ini kita lakukan pemilihian type partisi dan untuk hal ini kita pilih Primary untuk type pastisinya.

Lalu pada pemilihan letak partisi harddisk pada sector harddisk maka kita pilih beginning seperti gambar dibawah ini.

Lalu pada langkah selanjutnya kita akan melakukan pemilihan pada mount point dengan menekan tombol enter.

Dan pada pemilihan mount point kita pilih the root file system karena kita akan menggunakan partisi yang kita buat tadi sebagai root.

Lalu kitra lanjutkan dengan melakukan Done setting up the partition.

Lalu kita akan melajutkan lagi dengan membuat parisi baru yang digunakan untuk membuat partisi swap yang akan digunakan sebagai virtual memory jika berada sistem operasi windows.

Lalu akan  muncul lagi tampilan seperti dibawah ini untuk memnentukan besaran ukuran partisi harddisk yang akan digunakan untuk swap memory.Untuk ini saya isikan 1 gb seperti yang saya isikan pada partisi root tadi.

Kita lanjutkan dengan menekan enter untuk menentukan type partisi harddisk.Dan tentunya kita pilih primary seperti yang diawal tadi.

Lalu akan muncul lagi jendela peletakan partisi harddisk pada sector harddisk tentu saja kita pilih Beginning seperti tadi yang kita bahas diawal.

Dan pada langkah ini kita akan dihadapkan pada setting partisi harddisk yang akan kita gunakan sebagai swap area.

Sehingga kita pilih pada Use as dengan menekan enter dan menentukan partisi ini sebagai swap area.

Lalu kita setting pada bootable flag menjadi on dan menyimpannya dengan done setting up partition.


Setelah itu kita lanjut lagi dengan membuat partisi terakhir yaitu home yang tentunya akan kita buat sebagai penyimpanan data server.Dengan memilih lagi partisi harddisk yang belum terpakai dan kita buat sebagi partisi home.

Kita lakukan enter dan untuk pemilihan type partisi dan letak partisi kita gunakan seperti langkah–langkah  sebelumnya dengan menggunakan Primary sebagai type partisinya dan Beginning sebagai letak partisi harddisk yang digunakan.Dan untuk ukuran besaran partisi harddisk yang digunakan kita gunakan seluruh sisa dari partisi harddisk tersebut.

Lalu dilanjtkan dengan pemilihan mount point yang digunakan untuk memilih partisi harddisk yang ditentukan.

Dan dilanjutkan dengan menyimpan settingan tersebut dengan menekan Done setting up partition.

Lalu kita akan dihadapkan pada seluruh list partisi hardidik yang sudah kita buat.

Dan untuk menyimpan seluruh konfigurasi tersebut kita tekan Finish partitioning and write changes to disk.Lalu akan muncul lagi tampilan seperti dibawah kita tekan yes untuk melanjutkan.

Lalu setelah proses pembuatan partisi harddisk selesai maka akan tampil jendela seperti dibawah ini.Yang menandakan proses instalasi base system.

Dan jika ada permintaan seperti gambar dibawah ini kita pillih No.

Lalu akan muncul lagi jendela sepeti dibawah kita pilih No.

Setelah proses instalasi berlanjut jika muncul jendela seperti dibawah karena kita akan menginstall standard systemnya saja maka kita hilangkan tanda bintang yang ada dengan menekan tombol spasi kecuali jika pada standard system utilities.


Lalu setelah prses instalasi berjalan kita akan dihadapkan pada jendela yang mengharuskan kita untuk menginstall GRUB sebagai boot loader yang akan kita gunakan sebagai boot loader.Kita pilih Yes tentunya.

Dan jika sudah muncul jendela yang menandakan bahwa seluruh proses instalasi sudah selesai maka kita pilih Continue untuk melanjutkan.

Lalu komputer akan melakukan restart dan ditandai dengan munculnya jendela GRUB boot loader lalu kita tekan enter untuk melanjutkan.

Setelah itu akan muncul proses dimana sistem operasi melakukan booting lalu hingga muncul tampilan seperti dibawah yang mengharusakan kita untuk melakukan login baik dengan menggunakan akses user root atau user yang kita buat tadi.

Panjang sekali memang untuk langkah instalasi ini namun demi pembelajaran yang lebih dalam lagi kita harus melewati langkah demi langkah tentunya untuk memudahkan pemahaman selanjutnya.

Untuk konfigurasi yang lebih dalam lagi baik untuk konfig IP Address,DNS,dll,dapat kita simak bersama-sama lagi untuk dilain hari.

Dan saya rasa cukup untuk pembahasan panjang kali ini,semoga dari yang sedikt ini dapat memberi manfaat tersendiri tentunya bagi para pembaca atau pengunjung blog yang sangat sederhana ini,dan jika dirasa bermanfaat silahkan share saja agar nantinya lebih banyak lagi orang yang berkunjung dan bertukar ilmu ditempat yang sederhana ini.

Mohon maaf jika ada salah kata atau typo dengan penggunaan bahasa yang rancu,selamat berakifitas dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya.
Share:

BTemplates.com

Powered by Blogger.

5 Rekomendasi Ultrabook Paling Tipis 2018

Ultrabook merupakan sebuah jenis laptop yang memimiliki nilai produktifitas tinggi, sehingga laptop dengan jenis ini sangat ideal jika digu...

Search This Blog

Blog Archive